Jam Kerja
Senin – Sabtu, 08.00 – 16.00
HUBUNGI KAMI
VIA WHATSAPP

INOVASI SENI: Tradisi, Estetika, dan Transformasi Kebudayaan

Catalogue » Bisnis & Ekonomi » INOVASI SENI: Tradisi, Estetika, dan Transformasi Kebudayaan

INOVASI SENI: Tradisi, Estetika, dan Transformasi Kebudayaan

263000

Description

INOVASI SENI: Tradisi, Estetika, dan Transformasi Kebudayaan

Penulis: M. Zaini Alif

Penerbit: CV Balatin Putera Puteri

Ukuran Buku: 17 x 25 cm

Tebal Buku: 228 halaman

 

Sinopsis

Buku ini lahir dari sebuah keresahan yang panjang.

Selama lebih dari dua dekade saya menelusuri kampung-kampung di Jawa Barat dan di seluruh Indonesia, mendokumentasikan permainan anak, menemui para pembuat mainan bambu, dan duduk berjam-jam mendengarkan orang tua menuturkan mengapa sebuah gasing harus diputar dengan cara tertentu. Dari perjalanan itu, satu hal menjadi jelas: yang paling terancam dari sebuah warisan budaya bukanlah bentuknya, melainkan alasan mengapa bentuk itu ada. Sebuah gasing dapat dicetak ulang dengan plastik dan diproduksi massal; tetapi ajen nilai yang membuat anak-anak belajar sabar, membaca angin, dan menghormati giliran, tidak dapat dicetak. Ia hanya dapat diwariskan melalui praktik yang hidup.

Di sinilah inovasi menjadi persoalan yang serius, bahkan genting. Dalam percakapan sehari-hari, inovasi kerap dipahami sebagai penambahan: menambah teknologi, menambah medium, menambah kebaruan visual. Padahal, dalam kebudayaan, inovasi yang paling bermakna sering kali justru merupakan pekerjaan penerjemahan memindahkan nilai dari satu wadah yang mulai retak ke wadah lain yang masih sanggup menampungnya. Yang berubah adalah wadahnya; yang dijaga adalah isinya. Inovasi semacam ini menuntut dua kompetensi sekaligus yang jarang bertemu dalam satu orang: keberanian untuk mengubah, dan kerendahan hati untuk memahami apa yang tidak boleh diubah. Buku ini ditulis untuk membangun kedua kompetensi tersebut secara bersamaan.

Selain itu, buku ini juga memiliki tulang punggung konseptual yang saya sebut Kerangka H O N G  Hidup, Olah, Nilai, Guna sebuah model kerja empat gerak yang saya kembangkan dari praktik panjang di Komunitas Hong dan dari pengajaran di ruang kelas seni rupa desain. Kerangka ini diperkenalkan pada Bab 1, diuji secara berulang di sepanjang bab-bab berikutnya sebagai alat baca terhadap berbagai kasus, dan dirumuskan secara penuh pada Bab 12. Pembaca dipersilakan untuk menerimanya, memodifikasinya, atau membantahnya. Justru dalam pembantahan yang cermat, sebuah kerangka menjadi berguna.